Info Kesehatan -Manfaat Tanaman

Tak perlu panik bila Anda kebetulan kehabisan obat, sementara ada
anggota keluarga yang terserang sakit. Bongkar tempat rempah-rempah Anda.
Hampir semua jenis rempah bisa digunakan untuk meredakan gejala penyakit
tertentu. Nah, beginilah resepnya.
Read more »

Himbauan Lurah Mangsang

Himbauan Lurah Mangsang

REZEKI TAK PERNAH SALAH ALAMAT

Jika Anda termasuk yang sering bercukur di tukang cukur bermerk “Pangkas Rambut”, cobalah bertanya kepada si akang pemangkas rambut tersebut perihal daerah asalnya. Hampir bisa dipastikan ia berasal dari Garut, Jawa Barat. Tanyakan juga kepada para pedagang toko kecil yang banyak berdiri di sudut jalan atau ujung gang, biasanya mereka menjual rokok, penganan kecil seperti biskuit dan permen dan juga kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan pasta gigi. Read more »

Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Presiden 2009

Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Presiden 2009

Di Beritahukan kepada seluruh warga RT.02/RW.IV

berikut terlampir Data Pemilih Sementara khusus warga RT.02…

Silahkan download disini untuk melihat data tersebut.

Kepada warga / keluarga warga yang tidak terdaftar silahkan di informasikan

ke pengurus RT.02

Terima kasih atas perhatiannya

Ttd

Ketua RT 02

Rahmat Donni

Apa peran bermain dalam tumbuh kembang anak ?

Bermain pada anak merupakan salah satu sarana untuk belajar. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak berusaha untuk menyelidiki dan mendapatkan pengalaman yang kaya. Baik pengalaman dengan dirinya sendiri, orang lain maupun dengan lingkungan di sekitarnya.

Ada 5 karakteristik bermain, yaitu : Read more »

Seks Itu Apa Sih?

SUATU pagi seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada ayahnya, “Yah… Ayah. Sex itu apa sih, Yah”

Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si Upik. Terbayang dia tentang arus modern zaman sekarang yang membuat manusia berpikiran terbuka, termasuk anak yang masih kecil.

Sesuai konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern.

Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang dan bunga, telur yang yang menetas berudu dan kemudian menjadi katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan.

Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya itu.

Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah keheranan. “Eh, kenapa, Nak?”

Si ayah bertanya keheranan. Tetapi si anak masih tetap menangis.

“Jawabanya panjang amat. Terus di mana tempat untuk nulis jawabannya? Ayah aja deh yang nulis jawabannya!!! Hu… hu… hu…,” sang anak terus menangis sambil menyerahkan buku latihan Bahasa Ingris yang pada halaman

depannya tertulis:

NAME: ….

SCHOOL: ….

CLASS: ….

SEX: ….

http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/04/16/99206/seks-itu-apa-sih/

Tips Mengatasi Rasa Marah

Berikut ini 5 tips jitu untuk mengatasi kemarahan sehingga Anda yang tadinya berapi-api berubah menjadi sedingin mentimun!

1. ATUR NAPAS
Saat emosi sedang terbakar dan ubun-ubun terasa panas karena menahan marah, Anda tidak dapat berpikir bijak dan jernih. Menarik nafas panjang dan dengan cara benar pada saat ini akan sulit. Meski begitu, Anda masih tetap dapat menggunakan nafas sebagai teknik menenangkan diri. Seperti kata ahli, jika masih ada satu akal sehat dalam pikiran, biarkan hal itu berjalan. Yaitu, konsentrasikan diri pada pernapasan.

Cukup konsentrasikan sejenak pikiran dan atur nafas sehingga menjadi lebih lambat dari yang sebelumnya saat emosi sedang mencapai puncaknya. Nah, di saat inilah Anda sesaat bisa melupakan kemarahan dan cara nafas pun jadi perlahan. Otomatis pula, tingkat kemarahan Anda akan berkurang 1-2 derajat.

2. PERGI
Jika memungkinkan, ganti suasana, cari tempat yang tenang yang lain di mana Anda bisa melupakan semua masalah sehingga dapat pula melupakan kemarahan yang ada. Tempat dan suasana dapat mengubah kemarahan tanpa Anda harus bicara atau berrindak sesuatu. Tidak bakal ada teriakan, hujatan, atau benda-benda yang melayang karena pergantian suasana dan tempat dapat dengan mudah pula mengalihkan pikiran dan emosi.

3. TERTAWA
Sebagai ganti rasa frustrasi, tertawalah. Ini akan membawa efek positif pada rasa marah dan situasi pada saat itu secara umum. Menurut para ahli, salah satu untuk mememecahkan 101 masalah stres adalah dengan tertawa. Tertawa menetralisir kemarahan, mengubah pandangan, dan membantu mengatasi masalah yang ada. Jika banyak tertawa, stres dengan sendirinya akan berkurang.

4. MAKAN MANIS-MANIS
Makan yang manis-manis. Ambil sebungkus cokelat dan segera makan. Gula akan memberi efek yang cepat untuk menenangkan emosi. Hal ini sebenarnya lebih ke faktor kejiwaan dibanding ilmiah. Namun, biar bagaimanapun, ada gunanya. Jika Anda tak mau makan cokelat karena takut kelebihan kalori, dapat diganti dengan makan buah-buahan atau minum jus.strawberi atau minum jus. Yang penting, ada suatu bentuk pengalihan yang dapat menenangkan jiwa.

5. TENANGKAN SARAF
Saat menikmati gula atau sesuatu yang manis, siapkan teh yang dapat menenangkan saraf Anda. Teh dengan aroma bunga-bungaan terbukti dapat mengurangi stres, seperti teh kamomil.

sumber : Dok.Nova
Ilustrasi: Aries Tanjung/Nova

http://www.tabloidnova.com

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN

Diharapkan partisipasi seluruh warga Puri Agung 3 untuk memperoleh Hak Pilihnya dalam Pemilihan Legislatif Tanggal 9 April 2009

Bertempat di FASUM RT.02 ( TPS. 08 )

Pukul : 7 pagi ~ 12 Siang

Warga yang berhak memperoleh hak suara hanya yang terdaftar di DPT

dan akan di beri Surat Undangan dari KPPS

suara-sah-resize

Pilihan Anda Menentukan Masa Depan Bangsa

Tertanda Ketua RT. 02

magic-disc1a-0011Rahmat Donni

Hadiah dan kewajiban

Sebuah teriakan ketidak-puasan menyeruak di hari menjelang malam. Seperti
bulan-bulan sebelumnya selama 5 tahun ini, setiap akhir bulan adalah hari
yang paling berat untuk pulang ke rumah. Subandi yang bekerja sebagai buruh
pabrik tekstil, menekurkan wajahnya ke lantai. Teriakan, keluhan, dan wajah
masam menakutkan istrinya senantiasa muncul rutin setiap bulan. Entahlah,
mengapa perasaannya tidak menjadi bebal, melainkan senantiasa teriris-iris
semakin perih mendengarkan rutinitas sepulang menerima gaji.

Aku tidak mengerti, jerit Subandi dalam hati.

Ketika dua bulan lalu, kakak iparnya datang dan memberikan tambahan uang
belanja kepada istrinya. Rona wajah yang dulu membuat Subandi kepincut,
merekah lebar menghiasi wajah istrinya yang memang cantik alami. Subandi
ingat betul, bahwa uang yang diberikan itu tidak lebih dari 25 persen gaji
yang dibawanya setiap akhir bulan. Tapi mengapa, uang sekecil itu mampu
membuat suasana hati dan wajah istrinya demikian gembira, merona penuh
kesyukuran? Bukankah, selama 5 tahun berstatus ipar, sang manager keuangan
itu baru kali ini memberikan hadiah cash Rp. 500.000 kepada adik yang paling
dibanggakannya itu?

Atau mengapa wajah istrinya tidak se-merona ketika dia mendapatkan selembar
uang Rp. 100.000 dari dalam sabun mandi?

Atau mengapa ungkapan terima kasih yang panjang tidak pernah terlontar
padanya, seperti ketika Pak RT memberikan ‘uang kadeudeuh’ bagi petugas
posyandu?

Subandi kemudian terhanyut dalam doa pengaduan di sujud terakhir Shalat
Isya-nya. Sudah puluhan kali, Subandi bersimbah air mata mengadukan
ketidak-adilan yang tidak dapat dipahaminya. Subandi menangis dalam sujud,
memohonkan terbangunnya pengertian baru pada Yang Maha Mengetahui.

Eureka! Eureka!

Subandi berteriak kegirangan. Hampir saja dia membangunkan istrinya yang
sedang terlelap kusam. Subandi sumringah luar biasa, ketika selesai salam
ada ilham yang berkelebat. Ya, perbedaan sikap diametral istrinya itu
disebabkan oleh dua kata : kewajiban dan hadiah.

Istrinya menerima uang gaji hasil memeras keringat dan penukaran pengabdian
Subandi pada atasannya sebagai UANG KEWAJIBAN. Sedangkan uang yang hanya
sekali masing-masing Rp. 500.000, Rp. 100.000 dan Rp. 65.000 dari posyandu
itu adalah UANG HADIAH. Sebagai suami, Subandi berkewajiban memberikan uang
nafkah bagi keluarganya. Sedangkan sebagai saudara dan orang lain, uang yang diberikan kepada istrinya itu adalah hadiah. Ini bukan masalah jumlah uang, tetapi masalah status yang memberi. Aha…!

Kalau begitu, pikir Subandi. Dia akan mendapatkan keramahan yang meluluhkan
hati itu, jika dia memberikan uang setiap bulan sebesar Rp. 2.250.000 kepada
Neng Lia Sumirah, jika status dia bukan suaminya?! Toh selama 6 tahun
mengenal wanita itu, berapa pun uang yang diberikan padanya selalu diiringi
dengan rasa tulus yang dalam serta rasa ikhlas yang tak bersyarat!

Sahabat-sahabat yang budiman,

Seandainya saja kita menganggap bahwa rezeki, udara, sehat, keamanan, dan
lain-lain sebagai hadiah dari-Nya; bukan kewajiban-Nya. Pasti mudah bagi
kita untuk bahagia dan berurai air mata syukur.

Seandainya saja para istri menganggap bahwa setiap rupiah yang dibawa ke
tengah keluarga sebagai hadiah dari sang kepala keluarga, mungkin sulit
menemukan pertengkaran dan muka masam.

Seandainya saja setiap anak menganggap bahwa atas rupiah uang yang
digenggamnya adalah hadiah dari orang tuanya, akan dipenuhi negara ini oleh
anak-anak penuh hormat dan bakti.

Mohon Anda ingat, hanya perasaan mendapatkan hadiah yang akan menjamin
keberlangsungan dan penambahan atas kebaikan apa pun yang selama ini telah
Anda dapatkan.

*Hanya Jika Engkau Bersyukur, Akan KU-gandakan…*

NICE STORY.. be creative & innovative

Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: ‘Saya buta, tolong saya.’ Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

11


Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis.
Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, ‘Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?’

12

Pria itu berkata, ‘Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.’ Apa yang ia telah tulis adalah: ‘Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.’
Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?


Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?


13

Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.

Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum.

Hadapi masa lalumu tanpa sesal.

Tangani saat sekarang dengan percaya diri.

Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.

Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.


Orang bijak berkata, ‘Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan… Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya.


Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum..

Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya! !!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.